Tampilkan postingan dengan label Pertanian Organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian Organik. Tampilkan semua postingan

TANAM PADI SEKALI, PANEN NYA LEBIH DARI 3 KALI

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SALIBU : TANAM SEKALI, PANEN LEBIH DARI 3 KALI


Ilustrasi Petani Perempuan sedang memanen Padi. Sumber: di sini


PADI, JENIS RUMPUT YANG BISA PANEN LEBIH DARI SEKALI


Berangkat dari apa yang dilihatnya sewaktu tinggal bersama mayarakat suku Dayak di Kalimantan -- mereka bisa panen padi dari ladang di hutan, meski 'tidak menanam' -- kemudian Mas Tanto membuat demplot di depan rumahnya. Bibit padi ditanamnya di sawah semi kering buatan dari  bahan fiber berbentuk nampan ukuran 1 x 1 meter, beberapa buah, yang diletakkan di depan teras, tempat kami biasa ngobrol hingga pagi setiap aku mampir ke rumahnya di Keceme, Bejen, Sleman, Jogja .  Mas Tanto (de) Hobo adalah guru kehidupan nyentrik, manusia kritis dengan idealisme yang luar biasa.  Itu sudah terlihat dari pilihan hidupnya, menjadi Petani Organis yang menerapkan NEITSA (No Eksternal Input & Tillaging Sustainable Agriculture).

Saat aku mampir ke rumahnya yang bersahaja sekitar tahun 2008, tanaman padinya sudah mulai dipenuhi buah.  Kata Mas Tanto sebelumnya tanaman demplot itu sudah dipanennya sekali.  Terlihat memang ada bekas sabitan di atas perakaran tanaman baru.  Secara logika, masuk akal jika padi bisa tmbuh secara vegetatif setelah dipanen dengan cara disabit, sebab padi termasuk keluarga rumput.


************************

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SALIBU

 

 Tunas Padi baru yang muncul setelah 7 hari.  Sumber : di sini

Menurut Erdiman, peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, yang pertama kali mengenalkan budidaya padi Salibu, teknologi budidaya padi Salibu merupakan cara menanam padi dengan sekali tanam namun bisa dipanen lebih dari tiga kali. “Padi Salibu dapat tumbuh lagi setelah batang sisa panen dipangkas. Tunas akan muncul dari buku yang ada di dalam tanah. Tunas tersebut akan mengeluarkan akar baru sehingga pasokan unsur hara tidak lagi tergantung dengan batang lama,” jelasnya. Menurutnya, tunas tersebut bisa membelah atau bertunas lagi seperti padi tanam pindah sehingga membuat pertumbuhan dan produksinya sama tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan tanaman induknya. Ini yang membuat padi Salibu berbeda dengan padi ratun yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan pemangkasan batang. Sumber : tabloit sahabat petani


KEBUTUHAN UNSUR HARA PADI SALIBU


Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan anakan padi, perlu dilakukan pemupukan yang cukup, terutama hara nitrogen. Unsur nitrogen merupakan komponen utama dalam sintesis protein, sehingga sangat dibutuhkan pada fase vegetatif tanaman, khususnya dalam proses pembelahan sel. Tanaman yang cukup mendapatkan nitrogen memperlihatkan daun yang hijau tua dan lebar, fotosintesis berjalan dengan baik,unsur nitrogena dalah faktor penting untuk produktivitas tanaman.

Cara budidaya ini akan meningkatkan indek panen, sebab petani tidak lagi perlu melakukan pengolahan tanah, persemaian dan tanam, sehingga rentang waktu produksi lebih pendek.

Budidaya ini secara tidak lansung juga dapat menanggulangi keterbatasan varietas unggul, karena pertumbuhan tanaman selanjutnya terjadi secara vegetative maka mutu varietas tetap sama dengan tanaman pertama. Budidaya padi ini akan lebih ekonomis sekitar 45 % dibanding budidaya tanam pindah, hal ini akan menguntungkan bagi petani.


TEKNIS BUDIDAYA TANAM PADI PADI SALIBU



Setelah padi dipanen, lahan perlu digenangi air setinggi ±5 cm selama 2-3 hari, kemudian saluran pembuangan air dilepas kembali. Tujuannya adalah untuk menjaga kelembapan tanah dan menghindari agar batang padi yang masih berdiri tidak mati kekeringan.

 Atas: tunas tumbuh tanpa penyabitan. bawah kiri : Tunas tumbuh dari penyabitan. Kanan : Penyabitan padi saat panen.  Sumber: di sini

Sebelum melakukan pemotongan batang, pupuk kandang diberikan pada lahan terlebih dahulu dengan kebutuhan 1 ton/ha. Pemotongan dilakukan pada pangkal batang menggunakan mesin potong rumput dengan ketinggian ± 5 cm dari permukaan tanah.  Setelah selesai melakukan pemotongan maka semua jerami baik sisa pemanenan ataupun bekas pemotongan batang ditabur merata di permukaan lahan. Jaga supaya tunggul padi tidak ada yang tertutup oleh tumpukan jerami, kalau itu terjadi maka tunas baru tidak akan tumbuh.

Setelah penyabitan batang padi saat panen pertama, tunas baru akan muncul dari buku yang ada di dalam tanah.  Tunas padi ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplay hara tidak lagi tergantung pada batang lama.  Tunas padi yang baru dapat beranak seperti padi tanaman yang ditanam dengan cara pindah biasa, inilah yang membuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih tinggi dibanding tanaman pertama (induknya).


PEMUPUKAN, PELUMPURAN, & PENYIANGAN PADI SALIBU


Padi Salibu, tanaman baru mulai menghijau.  Sumber : di sini

Untuk merangsang pertumbuhan tanaman baru, maka dua minggu setelah pemotongan pangkal batang atau setelah sebagian besar tunas muncul ke permukaan, dilakukan pemupukan pertama dengan cara menaburkan unsur nitrogen (N) diantara rumpun padi secara merata sebanyak 150 kg/ ha. Untuk menjaga pertumbuhan dan ketersediaan air maka pertahankan kondisi air dipermukaan lahan dalam keadaan macak – macak, dimana saluran pemasukan dan pengeluaran air dalam keadaan tertutup.

Untuk melumpurkan tanah di hamparan persawahan maka dilakukan dengan cara menginjak –injak tanah dan jerami diantara rumpun padi sampai jeraminya terbenam kedalam tanah. Perlakuan menginjak – injak tanah dan jerami tersebut disamping untuk melumpurkan tanah dan mempercepat proses pelapukan jerami juga sebagai upaya untuk penyiangan.

Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk N sebanyak 150 kg/ha.
Pemupukan kedua dilakukan pada tanaman berumur 40 hari, pupuk yang diberikan adalah unsur P 125 kg dan KCl diberikan sebanyak 25 kg. Pemupukan KCl dilakukan dengan ½ dosis dari dosis anjuran.


DAYA TAHAN PADI SALIBU TERHADAP PENYAKIT & HAMA


Karena tidak ada masa rentan antara satu daur hidup tanaman dengan daur hidup berikutnya maka penerapan sistem budidaya padi cara ini akan lebih tahan terhadap berbagai kemungkinan serangan hama dan penyakit.


PADI SALIBU BISA PANEN LEBUH DARI TIGA KALI


Pada budidaya padi  ini, panen ke dua bisa dilakukan pada umur ± 90 hari. Jika terlambat memanen padi, akan mengakibatkan banyak biji yanag tercecer atau busuk sehingga mengurangi produksi.

Sepuluh (10) hari menjelang panen sebaiknya sawah dikeringkan, tujuannya adalah untuk menyerempakkan pematanagan gaba. Siklus daur tanam seperti ini bisa dilakukan lebih tiga kali.




Sumber:
- Tanto de Hobbo, NEITSA, AgriculturesNetwork.org
- Indonesia bertanam, teknologi salibu
- BPPadi Litbang Pertanian
- Tabloit Sahabat Petani




Read more ...

Permakultur, Bukan Sekedar Pertanian Organik


Gambar Desain Bunga Permakultur, Sumber : fuereinebesserewelt


PERMAKULUTUR BUKAN SEKEDAR PERTANIAN ORGANIK


Mungkin ada yang bertanya,
kenapa artikel ini diberi judul
"Permakultur, Bukan Sekedar Pertanian Organik"... Apa maksudnya ?



Apa yang dimaksud dengan Permakultur ?

Dan apa perbedaan Permakultur dengan Pertanian Organik ?


Baiklah, saya coba jelaskan secara ringkas.

Permakultur, berasal dari kata "Permanen","Kultur", dan "Agrikultur".
Permanen Kultur pengertiannya adalah melestarikan, mendukung dan bekerjasama dengan budaya dan lingkungan setempat, serta tumbuh bersama dalam waktu yang bersamaan. Bekerja dengan alam dan manusia serta belajar dari mereka, bukannya melawan atau bersaing dengan mereka. Pengertian Permanen Agrikultur adalah pengelolaan pertanian, peternakan, dan perikanan dengan meningkatkan kualitas ekosistem sehingga kebutuhan manusia terpenuhi, secara berkelanjutan hingga ke masa depan.

Pengertian umum dari Pertanian Organik adalah suatu sistem yang mendorong tanaman dan tanah tetap sehat melalui cara pengelolaan tanah dan tanaman, yang disyaratkan dengan pemanfaatan bahan-bahan organik sebagai inputan, dan menghindari penggunaan inputan sintetis.

Maka dapat disimpulkan bahwa Permakultur lebih dari sekedar sistem bertani secara organik, tetapi lebih dari itu, Permakultur merupakan jalan untuk berelasi dengan sesama ciptaan dan alam semesta ini, dan menjamin keberlangsungannya hingga ke masa depan, sebagaimana sudah dituliskan diatas “Bekerja dengan alam dan manusia serta belajar dari mereka, bukannya melawan atau bersaing dengan mereka”.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini Etika yang harus dipegang teguh dalam Permakultur.


Etika Permakultur


Permakultur memiliki 3 etika yang harus dipegang teguh, yakni :

Peduli terhadap bumi

Peduli terhadap semua makhluk hidup yang ada di bumi ini, karena kita membutuhkan mereka untuk bisa tetap hidup di bumi ini. Peduli terhadap udara, tanah, laut, atmosfir, sungai, dan gunung, saat kita merusak keseimbangan alam yang ada kita akan menjadi bagian yang paling terancam. Semua tindakan kita merupakan pilihan terhadap apa yang akan kita terima. Bumi merupakan sebuah sistem yang stabil, saat sistemnya diganggu oleh manusia, ia akan berusaha mencapai keseimbangannya kembali. Perlu diingat bahwa Bumi tidak membutuhkan manusia hidup di dalam sistemnya, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa bumi ini.


Peduli terhadap masyarakat atau manusia

Di dalam permakultur semua manusia adalah sama, tidak ada masyarakat elit. Semua orang harus berbuat dan berperan untuk mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan. Permakultur adalah sebuah budaya yang permanen, yang harus dikembangkan dalam masyarakat sehingga terbentuk suatu kemandirian bersama.

Berbagi dalam Keberlanjutan (sustainability)

Setiap orang harus berbagi dengan semua makhluk hidup yang ada dan juga terhadap generasi mendatang. Selain berbuat untuk diri sendiri juga harus membagi pengetahuan yang bisa mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan. Dengan berbagi akan ada keadilan sosial bagi seluruh manusia, sehingga bisa dihilangkan kata-kata miskin di dunia ini.

Demikian yang dapat saya tuliskan mengenai Permakultur, Bukan Sekedar Pertanian Organik.


Artikel Selanjutnya : Prinsip-Prinsip Permakultur


Salam Hangat


Thomas Pras, 28 Maret 2014.

Bahan Bacaan :
1. Apa itu Permakultur, http://renoseprama.blogspot.com/2011/02/apa-itu-permakultur.html
2. Apa itu Pertanian Organik, http://stepanoeranio.blogspot.com/2013/03/pengertian-umum-pertanian-organik.html
3. Buku Permakultur, terbitan Yayasan Idep Bali.

Read more ...