Permakultur, Bukan Sekedar Pertanian Organik


Gambar Desain Bunga Permakultur, Sumber : fuereinebesserewelt


PERMAKULUTUR BUKAN SEKEDAR PERTANIAN ORGANIK


Mungkin ada yang bertanya,
kenapa artikel ini diberi judul
"Permakultur, Bukan Sekedar Pertanian Organik"... Apa maksudnya ?



Apa yang dimaksud dengan Permakultur ?

Dan apa perbedaan Permakultur dengan Pertanian Organik ?


Baiklah, saya coba jelaskan secara ringkas.

Permakultur, berasal dari kata "Permanen","Kultur", dan "Agrikultur".
Permanen Kultur pengertiannya adalah melestarikan, mendukung dan bekerjasama dengan budaya dan lingkungan setempat, serta tumbuh bersama dalam waktu yang bersamaan. Bekerja dengan alam dan manusia serta belajar dari mereka, bukannya melawan atau bersaing dengan mereka. Pengertian Permanen Agrikultur adalah pengelolaan pertanian, peternakan, dan perikanan dengan meningkatkan kualitas ekosistem sehingga kebutuhan manusia terpenuhi, secara berkelanjutan hingga ke masa depan.

Pengertian umum dari Pertanian Organik adalah suatu sistem yang mendorong tanaman dan tanah tetap sehat melalui cara pengelolaan tanah dan tanaman, yang disyaratkan dengan pemanfaatan bahan-bahan organik sebagai inputan, dan menghindari penggunaan inputan sintetis.

Maka dapat disimpulkan bahwa Permakultur lebih dari sekedar sistem bertani secara organik, tetapi lebih dari itu, Permakultur merupakan jalan untuk berelasi dengan sesama ciptaan dan alam semesta ini, dan menjamin keberlangsungannya hingga ke masa depan, sebagaimana sudah dituliskan diatas “Bekerja dengan alam dan manusia serta belajar dari mereka, bukannya melawan atau bersaing dengan mereka”.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini Etika yang harus dipegang teguh dalam Permakultur.


Etika Permakultur


Permakultur memiliki 3 etika yang harus dipegang teguh, yakni :

Peduli terhadap bumi

Peduli terhadap semua makhluk hidup yang ada di bumi ini, karena kita membutuhkan mereka untuk bisa tetap hidup di bumi ini. Peduli terhadap udara, tanah, laut, atmosfir, sungai, dan gunung, saat kita merusak keseimbangan alam yang ada kita akan menjadi bagian yang paling terancam. Semua tindakan kita merupakan pilihan terhadap apa yang akan kita terima. Bumi merupakan sebuah sistem yang stabil, saat sistemnya diganggu oleh manusia, ia akan berusaha mencapai keseimbangannya kembali. Perlu diingat bahwa Bumi tidak membutuhkan manusia hidup di dalam sistemnya, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa bumi ini.


Peduli terhadap masyarakat atau manusia

Di dalam permakultur semua manusia adalah sama, tidak ada masyarakat elit. Semua orang harus berbuat dan berperan untuk mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan. Permakultur adalah sebuah budaya yang permanen, yang harus dikembangkan dalam masyarakat sehingga terbentuk suatu kemandirian bersama.

Berbagi dalam Keberlanjutan (sustainability)

Setiap orang harus berbagi dengan semua makhluk hidup yang ada dan juga terhadap generasi mendatang. Selain berbuat untuk diri sendiri juga harus membagi pengetahuan yang bisa mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan. Dengan berbagi akan ada keadilan sosial bagi seluruh manusia, sehingga bisa dihilangkan kata-kata miskin di dunia ini.

Demikian yang dapat saya tuliskan mengenai Permakultur, Bukan Sekedar Pertanian Organik.


Artikel Selanjutnya : Prinsip-Prinsip Permakultur


Salam Hangat


Thomas Pras, 28 Maret 2014.

Bahan Bacaan :
1. Apa itu Permakultur, http://renoseprama.blogspot.com/2011/02/apa-itu-permakultur.html
2. Apa itu Pertanian Organik, http://stepanoeranio.blogspot.com/2013/03/pengertian-umum-pertanian-organik.html
3. Buku Permakultur, terbitan Yayasan Idep Bali.

Title: Permakultur, Bukan Sekedar Pertanian Organik; Written by Thomas Pras; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar