Tampilkan postingan dengan label ZAT PENGATUR TUMBUH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ZAT PENGATUR TUMBUH. Tampilkan semua postingan

Cara Membuat ZPT

CARA MEMBUAT ZPT

Berikut ini beberapa resep praktis dalam pembuatan ZPT, khususnya auksin, sitokinin dan giberelin, dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita, sehingga murah dan efisien :


CARA MEMBUAT AUKSIN

Bahan untuk membuat Auksin :



Cara Pembuatan :


  • Keong mas/bekicot direbus dengan air sampai mendidih kemudian diambil dagingnya, cangkang dibuang. 
  • Setelah dingin, masukkan EM4, aduk dan campur sampai rata. 
  • Masukkan dalam wadah, tutup dengan plastik lalu ikat dengan karet. 
  • Simpan dan letakkan pada tempat yang teduhm biarkan selama 12-15 hari.




CARA MEMBUAT SITOKININ

Bahan untuk membuat Sitokini :

  • 1 Kg bonggol pisang, 
  • 5 Lt air, 
  • 1 Kg gula, 
  • 1 gelas EM4


Cara Pembuatan :
Bonggol pisang dicacah atau diblender kemudian dicampur dengan semua bahan.
Aduk sampai rata, masukkan dalam wadah kemudian tutup denga plastik dan ikat memakai karet.
Simpan dan diamkan selama 12-15 hari pada tempat yang teduh.



CARA MEMBUAT GIBERELIN

Bahan untuk membuat Giberelin :

  • 1 Kg rebung bambu, 
  • 5 Lt air, 
  • 1 Kg gula, 
  • 1 gelas EM4.


Cara Pembuatan :

  • Kupas rebung bambu, kemudian dicacah kecil-kecil dan dicampur dengan semua bahan lainnya. 
  • Aduk sampai rata, masukkan dalam wadah kemudian tutup denga plastik dan ikat memakai karet. 
  • Simpan dan diamkan selama 12-15 hari pada tempat yang teduh.



Gampang kan ?  ... So, Selamat mencoba ...



Salam Tani Mandiri,



Thomas Pras

Read more ...

Mengenal ZPT

MENGENAL ZPT (ZAT PENGATUR TUMBUH)


Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ZPT banyak digunakan dalam pertanian modern untuk meningktkan kualitas serta kuantitas produk.  Zat pengatur tumbuh (ZPT) terdiri dari fitohormon dan senyawa-senyawa organik sintetik yang sama dengan fitohormon atau yang mempunyai efek sama dengan fitohormon.

Fitohormon atau hormon tumbuhan adalah senyawa organik bukan nutrisi, yang aktif dalam jumlah kecil (10-6-10-5 M), yang disintesa dari bagian tertentu dari tanaman, dan pada umumnya diangkut ke bagian lain, dimana zat tersebut menimbulkan tanggapan secara biokimia, fisiologis dan morfologis.

Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu, sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Dari sudut pandang evolusi hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.

Sederhananya : Pertumbuhan tanaman akan dipengaruhi oleh inputan atau pemberian hormon pertumbuhan (buatan).

Bagian-bagian pada tanaman dan fungsinya.  Sumber di sini


FUNGSI ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT)

Menurut Prof Wattimena dari Institut Pertanian Bogor (IPB), ZPT dibedakan menjadi 6 kelompok, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, asam absisik (ABA), etilen dan retardan.


Beberapa fungsi ZPT secara lebih spesifik, :

AUKSIN


1.        Perkecambahan biji.
Auksin akan mematahkan dormansi biji (biji tidak mau berkecambah) dan akan merangsang proses perkecambahan biji.  Perendaman biji/benih dengan Auksin juga akan membantu menaikkan kuantitas hasil panen.
2.        Pembentukkan akar.
Auksin akan memacu proses terbentuknya akar serta pertumbuhan akar dengan lebih baik.
3.        Pembungaan dan pembuahan.  Auksin akan merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya bunga dan buah. 
4.        Mendorong Partenokarpi.
Partenokarpi adalah suatu kondisi dimana tanaman berbuah tanpa fertilisasi atau penyerbukan sehingga dapat menghasilkan buah tanpa biji.
5.        Mengurangi gugurnya buah sebelum waktunya.
6.        Mematahkan dominansi pucuk / apikal, yaitu suatu kondisi dimana pucuk tanaman atau akar tidak mau berkembang.

 

SITOKININ


1.      Pembelahan sel dan pembesaran sel.
Sitokinin memegang peranan penting dalam proses pembelahan dan pembesaran sel, sehingga akan memacu kecepatan pertumbuhan tanaman.
2.      Pematahan Dormansi biji.
Sitokinin berfungsi untuk mematahkan dormansi (tidak mau berkecambah) pada biji-bijian tanaman. 
3.      Pembentukkan tunas-tunas baru,turut dipacu dengan penggunaan Sitokinin. 
4.      Penundaan penuaan atau kerusakan pada hasil panenan sehingga lebih awet.
5.      Menaikkan tingkat mobilitas unsur-unsur dalam tanaman. 
6.      Sintesis pembentukkan protein akan meningkat dengan pemberian Sitokinin.


GIBERELIN


1.        Mematahkan dormansi atau hambatan pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh normal (tidak kerdil) dengan cara mempercepat proses pembelahan sel. 
2.       Meningkatkan pembungaan.
3.       Memacu proses perkecambahan biji.
Salah satu efek giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease dan lipase dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radikula yang akan mendobrak endosperm, kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan/perkecambahan biji sehingga biji berkecambah. 
4.         Berperan pada pemanjangan sel.
5.         Berperan pada proses partenokarpi. Pada beberapa kasus pembentukan buah dapat terjadi tanpa adanya fertilisasi atau pembuahan, proses ini dinamai partenokarpi.



ZPT pada Tanaman, Fungsi & cara kerjanya.  Sumber di sini



Petani DAPAT membuat sendiri ramuan ZPT dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.   Seperti apa cara membuatnya ? simak lanjutannya di sini [CARA MEMBUAT ZPT]


Salam Tani,



Thomas Pras
Read more ...