Desaku Dua Dasawarsa ini

Ilustrasi Kakek Bermain dengan Cucu di Desaku.  Sumber: Kok Poo





Dua Dasawarsa ini,
Di desaku lebih banyak lelaki dewasa
Dan juga kakek-nenek atau balita
Sedikit kutemui Ibu-ibu dan kaum hawa


Mereka, kaum bapak, sudah  terbiasa memasak sendiri,
Mencuci baju atau menyapu latar
Mengepel lantai dan belanja ke pasar
Menggendong buah hati,  sambil menyuapi

Dua dasa warsa ini,
Para isteri mereka terpaksa pergi,
Mengabdi keluarga kaya nun jauh di sana
Dan aku tak mau menghakimi, hal itu hina ataukah justru mulia


Yang kutau pasti,
Mereka semua pergi membawa harapan, 
Karna di sini,  hanya dipermainkan nasib dan tak ada solusi
Meski di sana kadang nyawa taruhan, diam di sini pun tidakkah juga menunggu kematian ?


Dua dasawarsa berlalu,
Rumah papan bersalin permanen, secara sosial status meningkat
Tapi kulihat ada yang berubah,  relasi  antara suami dan isteri,  serta anak dan ibu
Seperti ada sesuatu yang luput dirawat, dan terlanjur lewat





(Thomas.Pras, 22  Juli 2008)


Title: Desaku Dua Dasawarsa ini; Written by Thomas Prasasti; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar